Feb 3, 2013
Entah berapa waktu lalu ketika kita masih berbincang tentang waktu.
Mengingat masa lalu, membahas masa kinimu, membayangkan masa depanku.
Terbahak-bahak karena sesuatu yang lucu,
lupa akan detik, menit, dan jam yang terus melaju.
Hari, minggu, bahkan bulan yang gugur satu persatu.
Sampai kemarin kita kembali diijinkan bertemu.
Begitu natural tanpa ragu, hanya canggung malu yang menyelubungi rasa rindu.
Berbincang kikuk, merasakan lagi apa yang belum selesai penuh, namun tersapu waktu
Sampai aku berfikir, mungkinkah kamu juga masih seperti dulu?
Apakah kamu suatu saat nanti akan mengingat kembali waktu itu.
Demi asa takdir, kita menjelma menjadi insan berbeda,
tapi tetap, Aku yang menjadi Aku, tak pernah tahu bagaimana denganmu.
Entah kapan, sewaktu nanti kita bertemu,
kuharap kita masih bisa mengingat sesering apa kita bercerita.
Tanpa perlu kamu ketahui
Prosa-prosa yang hidup di barisan hippocampusku
Juga, sebaris doaku pada Axis Mundi
Adalah sebagian kamu yang sudah tenggelam di masa lalu.
***
therefore, i look forward to your last promise ;)