Nov 21, 2010

pengandaian bolpoint

ceritanya beberapa saat lalu gue mengalami suatu kondisi yang what so called 'galau' by our teens. pathetic? yeah i know. lalu apa hubungannya dengan pengandaian bolpoint?
nahh disaat seperti itu gue menuliskan suatu status yang ga curcol tapi mantep menurut gue, kemudian seorang senior melibatkan diri dalam ke GEJE an gue malam itu, hingga esoknya kami berlanjut membahas masalah gue secara garis besar dan kmudian keluarlah analogi bolpoint ini dari beliau.
"keadaan lu sekarang seperti bolpoint, di atas kertas. ketika lu punya masalah dan ga ngeshare ke orang lain, lu sama aja kaya bolpoint yang ga bergerak, cuman membuat satu titik. tinta lu tetep mengalir keluar tapi ga membentuk apa-apa, malah bisa ngelobangin kertas. ga ngeshare masalah lu ke siapa-siapa disimpen dalam diri sendiri. ya wajar aja otak lu jd butek! coba lu share masalah lu ke orang lain, beban lu berkurang otak juga ga overloaded. sama kaya bolpoinnt kalo digerakin bukan cuman ngebentuk titik itam ga jelas, tapi membentuk entah gambar ato tulisan yang bagus."
at that time i was like "oooooooohh", acting like an idiot. memang bener kata-kata senior gue itu dan gue mendadak ngerasa bego banget, bahkan lebih bego dari biasanya.
malamnya gue mikir-mikir lagi dan akhirnya menemukan lanjutan dari analogi itu,
"kita memang harus share masalah kita ke orang lain supaya ga butek dan ngerusak otak, seperti bolpoint harus digerakan buat membentuk suatu hal yang indah bukan hanya titik hitam. tetapi, kita juga harus pintar memilih tempat kita berbagi masalah kita tersebut, jangan sembarangan atau malah sharing ke semua orang, karena jika begitu esensi dari cerita akan berkurang malah menjadi tidak berharga. sama kaya bolpoint kalo digerakan asal-asalan, tidak membentuk sesuatu yang berguna melainkan hanya memboroskan tinta, waktu, dan tenaga"
kira-kira -cuman sejauh ini kemampuan otak gue- begitulah pengandaian bolpoint yang gue dapet. semoga nyangkut di otak atau hati kalian :p
#justanotherrandomtought