Oct 4, 2011

awkward momment

awkward momment: when there're too many feelings mixed up and you can't even decide how to response



"ehh gue mau nanya deh, lo berdua tuh jadian ya?"
"engga", jawab keduanya
"lah. kok engga sih?"
"iya. dia aja punya cewe"
"hah? emang lu punya cewe ben?"
"hah? ehh? oh. iya"

tepat saat si benny menjawab, mobil mereka telah berhenti di circle K. benny langsung turun masuk ke circle K. sunyi di dalam mobil. tiba-tiba terdengar suara memanggil gian dan ica. di luar, ada tora dam kawan-kawan lainnya, gian turun menyapa mereka sementara ica diam dalam mobil yang mesinnya masih menyala.

ica termenung. mencoba memutar ulang kejadian beberapa detik sebelumnya. tiap kata, kalimat, pertanyaan, jawaban, bahkan nada dalam pembicaraan super singkat itu.

"that was a 'yes' wasnt it? i mean, eventho he made it unclear, but the answer's still 'yes' and that 'yes' could be translate as 'well yeah, i had a girlfriend' "
sesaat itu ica galau. batinnya ragu akan akan pembicaraan barusan, di sisi lain ia percaya bahwa otaknya tidak mungkin salah mengingat dan menginterpretasikan maksud dari jawaban benny.
sekali lagi ica termenung. pikirannya melayang, membawanya pada beberapa scene sebelum hari ini, scene-scene dimana ia mencoba membuat benny mengakui statusnya yang telah 'in relationship'.

"ehh si benny udah jadian sama  devita yah?"
"wahh kurang tau aku nit, kenapa?"
"iya soalnya waktu kemaren maen kan ketemu, terus wallpaper handphonenya itu fotonya devita"
"ohh. gatau yah, udah lama ga ketemu benny juga sih aku"
"wah? terus kamu gimana ca?"

"he? gimana gimana maksudnya?"
"eh. engga deh. perasaanku aja. abis dulu kan deket, kirain pdkt ato malah udah pacaran"

pembicaraan singkat itu diakhiri ica dengan tawa yang meyakinkan nita bahwa antara ia dan benny tidak ada hubungan spesial. hanya teman dan pekerjaan, walaupun dalam hati ia terganggu.
asumsi nita tidak sepenuhnya salah, tapi tidak benar juga. ica dan benny memiliki hubungan yang sulit. they dated, cared, and said love each other like a lover, they were just 'not' in relationship. everything went like that for about 4 months untill at the beginning of september when ica believed, benny started a relationship.

ica kenal perempuan itu, devita, anak SMA yang manis

"ehh nita nanya katanya kamu udah jadian sama devita yah?"
"hah? kok gitu?ngarang!"
"itu, wallpaper iphone kamu?"
"oh. itu kan hasil photoshoot waktu itu. lagian sekarang gambarnya udah beda"


salah satu penyangkalan klasik benny. sebenarnya banyak yang bisa ditanyakan ica, tweets, display picture on devita's bbm, and others. well, its not that she hate benny or devita, its the fact that benny didnt say a word about this being in a relationship stuff that pissed her off. ica merasa tidak dianggap sebagai teman, and deeper she's dissapointed that benny was so chicken that he didnt tell a word.  thats why she never ask about it, she dont wanna start as if she cared for him that much.

benny masuk ke mobil, disusul gian. mobil melaju kembali, keheningan terpecah ketika benny mulai berbicara seolah-olah barusan tidak terjadi apa-apa, seolah-olah dia tidak tertangkap basah. mobil melaju makin kencang, ica merasakan lembutnya hembusan angin di wajahnya, hatinya dan pikirannya tenang, kembali sinkron, lupa akan kegalauan sesaat sebelumnya. ia tersenyum.



"there, i've heard it myself. no longer explanation needed, for i dont give a fuck"