Feb 29, 2012

perayaan daging

di suatu perumahan kumuh, dimana bau amis tak lagi membuat orang meringis. air ata tak pernah kubiarkan menetes, tentunya karena air terlalu mahal untuk dibuang.

tapi hari ni berbeda, ada sesuatu yang spesial. rumah kardues berukuran 3x4 ini dipenuhi asap wangi, yang walaupun kalah dengan bau amis abadi itu, tetap saja terasa mahal dan mewah.

"hari ini kita makan daging kak, mengenang kepergian adik bungsumu dua tahun yang lalu"
"sungguh? sedih sekali adik bungsu tidak disini"
"iya. sekarang makanlah"

aku pun menyendokan sup gulai itu dengan tidak sabar, diburu lapar

"ibu. adik pertama mana?"
"pergi menyusul adik bungsu, hebat bukan? kini mereka bisa kembali bersama"

tatapanku nanar, tangan gemetar menyendokkan ke dalam mulut segumpalan daging besar.





*