sebenarnya saya bingung, hati ini meragu, lidah terasa kelu, di keyboard jari terpaku.
sesuai judulnya, saya mau mengaku.
tujuan blog ini sebenarnya untuk diisi, dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi ataupun sekedar refleksi diri.
tapi kenyataannya semenjak baju putih abu masih menjadi pakaian setiap hari, sampai kepada saat ini, blog ini masi miskin. kekurangan materi. miskin. gak dipikirin. miskin. gak dipikirin. miskin.
fakta dibalik tirai sih saya cukup sering menulis, semua tersimpan rapih saling menindih di suatu tempat terpilih.
bukannya tidak mau, saya hanya malu.
malu kalau tulisan saya tidak cukup bagus, malu untuk jujur, malu untuk evaluasi, malu dan meragu.
jadi mumpung ini masih bulan januari, belumlah terlambat untuk beresolusi,
jujur saya malas, soalnya resolusi itu beban, mengikat dan tidak bebas.
tapi bahkan zona nyaman menjadi gerah, dan hidup itu butuh gairah.
maka biarkan celotehan abstrak ini, memimpin saya kepada kata bijak.
biarlah ini menjadi tempat berpijak, bukan hanya suatu riak dalam bentuk sajak.
-runtukan seorang yang terantuk kantuk, mohon jangan di kutuk :p