wajahnya tertunduk, mungkin ia mengantuk.
sering kulihat dirinya, tapi tak pernah berani kusapa.
hari ini kuputuskan menyapanya, walau resikonya riskan.
"hai, dirimu sendirian saja?"
ia menatap ramah, seolah memberi ijin duduk disampingnya
ku lanjutkan pertanyaanku. selanjutnya ia menjawab dengan suara merdu.
lama kami berbicang, suasana tak lagi tegang.
tak terasa jarum pendek arlojiku menunjuk angka dua.
kami melanjutkan pembicaraan. senangnya diriku akhirnya bisa berkenalan.
pembicaraan mengalir, kami bertanya bergilir.
kulihat ipod ditangannya, tergoda untuk bertanya.
namun tiba-tiba dari dalam villa temanku memanggil, aku pun undur diri
ia mengijinkan ku pergi, dengan senyuman mengiringi.
esoknya pagi, ke tempat itu aku kembali
dari jauh kulihat suasana ramai, penasaran merambat dalam diri
ku tanyakan seseorang yang kembali dari kerumunan, ada apakah gerangan?
katanya ada gadis bunuh diri
disana kulihat, cadis cantik menggenggam ipo dalam tangan tersayat
kepala terasa penat
tangannya kuraih, ipodnya kuambil. .
nowplaying: gloomy sunday
katanya gloomy sunday itu lagu untuk bunuh diri.
http://www.google.co.id/search?q=lagu+kematian&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a